Juni 4, 2026

Jurusan Akuntansi FEB-UNTAD Tuan Rumah SNA ke-28: Soroti Peran Akuntansi dalam Mitigasi Bencana dan Keberlanjutan

Perhelatan akbar akademisi dan praktisi akuntansi se-Indonesia kembali digelar. Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-28 sukses diselenggarakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 10 hingga 12 September 2025. Pada tahun ini, agenda tahunan bergengsi tersebut mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan global masa kini, yakni “Accounting for Disaster and Sustainability: The Role of Accounting in Achieving SDGs and Mitigating Natural Disaster”.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. Dalam prosesi pembukaannya, beliau menyambut baik dan mengapresiasi terpilihnya tema simposium tahun ini. Tema mitigasi bencana dan keberlanjutan dinilai memiliki urgensi tinggi, tidak hanya bagi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), tetapi juga dalam merumuskan kerangka akuntansi yang tanggap terhadap risiko bencana alam.

SNA ke-28 ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari berbagai kalangan. Tercatat, sekitar 400 peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia hadir untuk berpartisipasi dan mempresentasikan gagasan mereka.

Tidak hanya menjadi ajang pertemuan nasional, simposium ini juga menghadirkan sederet narasumber berskala nasional dan internasional. Kehadiran para pakar ini bertujuan untuk memberikan wawasan global serta memperkaya diskusi mengenai bagaimana ilmu akuntansi dapat berkontribusi secara nyata—baik dalam pelaporan, transparansi dana mitigasi, hingga keberlanjutan ekonomi pascabencana.

Selama tiga hari pelaksanaannya, agenda SNA ke-28 diisi dengan berbagai sesi pleno, diskusi panel, dan presentasi makalah paralel. Para peserta secara intensif membedah peran strategis akuntan yang tidak lagi hanya berfokus pada pelaporan keuangan konvensional, melainkan juga pada akuntansi sosial dan lingkungan.

Melalui simposium ini, diharapkan rumusan-rumusan baru dapat tercipta untuk memperkuat standar dan praktik akuntansi di Indonesia, khususnya dalam mendukung mitigasi bencana alam dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan visi SDGs. Kegiatan ini sekaligus mengukuhkan komitmen perguruan tinggi dan ikatan profesi akuntansi dalam memberikan solusi atas permasalahan lingkungan dan kemanusiaan.